Fakta-fakta Pendidikan di Korea
1. Para siswa sekolah tinggi di Korea memiliki waktu belajar dari jam
08:00 pagi sampai 09:30 atau 10:00 malam. Bayangkan, 14 jam berada di
sekolah! Tujuannya agar para siswa bisa masuk ke dalam perguruan tinggi
favorit karena persaingan di sana cukup tinggi. Seakan belum cukup
dengan sekolah formal, para siswa biasanya juga akan menghadiri lembaga
pendidikan swasta / Hagwon (학원). Ini berarti para siswa sekolah tinggi
rata-rata tidak pulang sampai tengah malam. Sedangkan bagi siswa sekolah
menengah, pihak sekolah masih memberi toleransi dengan waktu belajar
antara 08:00 pagi sampai 04:00 sore, dengan tambahan Hagwon sepulang
sekolah.
2. Di Korea ada pepatah yang mengatakan, “Guru adalah
hal tertinggi selayaknya Tuhan.” Masyarakat Korea menganggap guru
memegang posisi yang berharga dan tinggi karena Korea menanamkan bahwa
pendidikan adalah hal yang utama. Akibatnya, Korea benar-benar
menjunjung tinggi para guru. Usia pensiun mereka tidak sampai 65 tahun.
Senioritas di kalangan guru dilihat melalui bayaran yang tinggi dan jam
mengajar yang lebih banyak.
3. Presentasi Power Point, USB dsb
adalah hal-hal dasar yang digunakan dalam sistem pembelajaran SD-SMA.
Ruang kelas dilengkapi Komputer yang terhubung ke salah satu sistem
proyektor overhead atau layar datar LCD.
4. Ada rotasi mutasi
guru setelah lima tahun mengajar. Hal ini dilakukan agar setiap guru
mendapat kesempatan yang adil untuk mengajar di berbagai sekolah yang
baik atau buruk.
5. Beberapa sekolah unggulan memiliki ruang
praktek teknolgi blue screen untuk membuat para siswa dapat berperan
dengan layak. Ruangan itu juga dilengkapi dengan berbagai alat dan media
untuk membuat akting itu terlihat nyata.
6. Hukuman fisik
masih berlaku di Korea. Sistem pendidikan di sana memang sangat ketat
dan keras. Bukan hal yang tabu jika guru melakukan kekerasan fisik untuk
mendisiplinkan muridnya. Bahkan para orang tua tidak masalah dengan
peraturan itu. Hanya saja saat ini hukuman fisik itu memiliki batasan
yang lebih kuat.
7. Kebersihan Sekolah adalah tanggung jawab
murid. Sistem pendidikan di Korea mengajarkan siswa untuk bertanggung
jawab terhadap perawatan sekolah mereka. Sementara para petugas
kebersihan melakukan tugas-tugas utama seperti membersihkan kamar mandi,
membersihkan lorong, ruang kelas, tangga, para siswa diwajibkan
memungut sampah di halaman sekolah setiap pagi sebelum bel berbunyi
8. Siswa-siswa di Korea yang tidak kuat terhadap tekanan pembelajaran
banyak yang melakukan bunuh diri. Terkadang, hanya karena nilai mereka
yang menurun atau tidak lulus dalam seleksi perguruan tinggi, mereka
menganggap bahwa diri mereka telah gagal dan tidak memiliki masa depan
yang pasti. Jadi mereka beranggapan kalau bunuh diri adalah solusi
terbaik.
9. Para siswa di Korea menghabiskan sebagian waktunya
di sekolah. Mereka belajar, makan, dan bergaul bersama. Sehingga banyak
siswi yang juga membawa alat makeup ke sekolah, mereka saling membantu
memoles wajah bersama
10. Di Korea, wajib belajar itu cuma
SD-SMP, tapi karena tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi, anak-anak
mereka tetap di sekolahkan sampai jenjang paling tinggi (kuliah)
11. Saat memasuki SMA, sekolah tidak melarang siswa-siswanya memanjangkan rambut, mewarnai rambut, atau merias diri.
sumber : https://www.facebook.com/Majalah.Remaja.01/posts/482255088512874